BerandaDestinasi WisataPesona dan Kekayaan Ekologis Danau Oxbow Teluk Air Berderas

Pesona dan Kekayaan Ekologis Danau Oxbow Teluk Air Berderas

Pesona dan Kekayaan Ekologis Danau Oxbow Teluk Air Berderas

Desa Rantau Baru, yang terletak di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, tidak hanya menyimpan kekayaan adat dan tradisi yang luhur, tetapi juga membentang bersama bentang alam yang unik dan mempesona. Wilayah ini dihiasi oleh labirin anak sungai, suak, dan danau-danau tapal kuda (oxbow lake) yang menawan. Di sepanjang perairan ini, vegetasi khas seperti rengas, putat, tuntung angin, bongkal, hingga kepayang tumbuh subur, menopang keanekaragaman hayati ekosistem perairan darat. Bagi masyarakat setempat, bentang perairan ini adalah urat nadi kehidupan; berprofesi sebagai nelayan tradisional merupakan mata pencaharian utama untuk menghidupi keluarga.

Di kawasan Desa Rantau Baru, terdapat tiga danau oxbow utama, yaitu Danau Sepunjung, Danau Teluk Air Berderas/ Danau Teluk Berderas  serta Danau Karang. Ketiga danau tapal kuda ini terbentuk akibat terputusnya meander meander alami Sungai Kampar. Meski terisolasi dengan sistem perairan tertutup, eksistensinya tetap memiliki keterkaitan hidrologis yang erat dengan Sungai Kampar.

Salah satu danau yang berpotensi tinggi secara ekologis maupun ekonomis adalah Danau Teluk Air Berderas, yang berjarak sekitar satu jam perjalanan perahu bermotor ke arah hulu dari permukiman warga. Danau Teluk Bederas pada posisi N 0016’50” – 0017”10” dan E 101040’20” – 101040’46”.

Danau ini terletak di sebelah hulu kampung Rantau Baru. Jarak dari desa sekitar 1 jam perjalanan dengan perahu bermotor. Danau ini memiliki luas 5,74 ha dengan permukaan yang tidak tertutup tumbuhan air 5,66 ha dan tutupan tumbuhan air (kiambang atau eceng gondok = Eichhornia crassipes) 0,08 ha serta kedalaman ± 4 m.

Dikelilingi oleh dataran yang relatif tinggi, dinamika air danau ini sangat bergantung pada suplai air Sungai Kampar: pada musim hujan/pasang: Limpahan air Sungai Kampar membawa partikel lumpur ke dalam danau, sehingga tingkat kekeruhan air meningkat drastis. Pada musim kemarau, pasokan air berkurang dan pengendapan material tersuspensi berlangsung cepat, menjadikan perairan danau kembali jernih dengan substrat dasar berupa lumpur berpasir.

Potensi perikanan di Danau Teluk Air Berderas sangat melimpah. Penelitian yang dilakukan oleh Khoirunnisyah dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (Maret–Mei 2023) mencatat tangkapan sebanyak 1.398 ekor ikan yang mencakup 4 ordo, 13 famili, 25 genus, dan 32 spesies.

Keanekaragaman taksonomi tersebut terdistribusi dalam beberapa famili utama:

Pertama, Cyprinidae: Ikan tabingalan (Amblyrhynchichthys truncatus), pitulu (Barbichthys laevis), kapiek (Barbodes schwanefeldi), puyau (Cyclocheilichthys apogon), barau (Hampala macrolepidota), paweh (Osteochilus hasselti), pimping (Oxygaster anomala), sabahan (Puntius bulu), pantau (Rasbora argyrotaenia), serta motan (Thynnichthys polylepis, T. thynnoides, dan T. vaillanti).

Kedua, Channidae: Ikan bujuk (Channa lucius), gabus (Channa striata), toman (Channa micropeltes), dan jalai (Channa marulioides).

Ketiga, Siluridae & Pangasidae: Ikan selais (Kryptopterus apogon), selais danau (Ompok hypophthalmus), tapah (Wallago leerii), dan juaro (Pangasius polyuranodon).

Keempat, Bagridae & Clariidae: Ikan baung (Mystus nemurus), ingir-ingir (Mystus nigriceps), serta limbat/lele lokal (Clarias batrachus).

Kelima, Famili Lainnya: Puyupuyu (Anabas testudineus / Anabantidae), selinca (Belontia hasselti / Belontiidae), kepetuk/tuakang (Helostoma temminckii / Helostomatidae), belida (Notopterus borneensis / Notopteridae), kalui/gurami (Osphronemus gouramy / Osphronemidae), batung (Pristolepis grooti / Pristolepididae), sebongkah (Parambassis macrolepis dan P. wolffii / Ambassidae), serta botuik/betutu (Oxyeleotris marmorata / Eleotridae).

kearifan Lokal dan Tata Kelola Lelang Suak

Danau Teluk Air Berderas berstatus sebagai danau adat di bawah ulayat Datuk Sati Diraja, Penbatinan Sibokol-Bokol Desa Rantau Baru. Keberlanjutan ekosistem dan pemanfaatan danau ini diatur secara arif melalui Peraturan Pelelangan Suak, Sungai, Alur, Parit dan Danau.

Sistem pelelangan diselenggarakan setiap satu tahun sekali. Kelompok pemenang lelang tertinggi memperoleh hak eksklusif untuk mengelola dan memanen hasil perikanan di danau tersebut selama masa kontrak setahun. Untuk menjaga kesejahteraan warga tempatan, apabila pemenang lelang membutuhkan tenaga kerja tambahan saat panen, hanya penduduk asli Desa Rantau Baru yang diperbolehkan untuk dilibatkan.

Dana hasil lelang ini yang dilaksanakan pada tahun 2025 mencapai Rp37.055.000, dan didistribusikan secara transparan untuk pembangunan sarana keagamaan, kegiatan kepemudaan, kas adat, dan kebutuhan sosial masyarakat lainnya. Kebijakan lelang adat ini menjadi bukti nyata kesadaran masyarakat Desa Rantau Baru dalam menjaga keseimbangan antara konservasi lingkungan, kearifan lokal, dan pemanfaatan ekonomi berkelanjutan. (Griven H. Putera)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments