
PELALAWAN – Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama kepala desa Rantaubaru dan Kuala Terusan serta para pemuka adat dan perwakilan masyarakat menggelar rapat mediasi lanjutan bersama manajemen PT Permata Hijau Indonesia (PHI) di Ruang Rapat Aula Utama Kantor Bupati Pelalawan, Rabu (9/9/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan, T. Zulfan, didampingi Asisten III Zulkifli serta sejumlah kepala dinas terkait. Pertemuan ini menghadirkan tokoh adat, di antaranya Batin Sibokol-Bokol, Datuk Griven H. Putera, dan jajaran pemuka adat di bawah naungan Datuk Sati Diraja Rantaubaru. Turut hadir Humas PT PHI Yusman Priadi beserta jajaran, serta Kepala Desa Rantau Baru Nurzikri Anton beserta jajarannya dan Kepala Desa Kuala Terusan, Hendri dan para stafnya.
Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan nasib dan tuntutan masyarakat dua desa tersebut terhadap keberadaan korporasi di wilayah mereka. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi: Pola Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) atau bentuk usaha lainnya: Kejelasan skema dan realisasi kemitraan perkebunan bagi warga lokal. Program CSR (Respons Sosial Perusahaan): Optimalisasi alokasi bantuan dan program pemberdayaan masyarakat sekitar operasional perusahaan. Tanggung Jawab Lingkungan: Penanganan dan pemulihan beberapa anak sungai di kawasan operasional PT PHI yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga setempat.
Rapat ini merupakan kelanjutan dari musyawarah sebelumnya guna mencari titik temu yang adil bagi seluruh pihak. Karena masih ada sejumlah poin teknis yang perlu dimatangkan, Pemkab Pelalawan akan memfasilitasi pembentukan jadwal rapat susulan untuk memastikan seluruh tuntutan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh pihak perusahaan.





