BerandaAwamGali Kearifan Lokal Menumbai, Mahasiswa Pascasarjana Unri Berguru ke Batin Sibokol-Bokol

Gali Kearifan Lokal Menumbai, Mahasiswa Pascasarjana Unri Berguru ke Batin Sibokol-Bokol

PEKANBARU — Dalam upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus mengintegrasikannya ke dalam dunia pendidikan modern, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Pascasarjana Universitas Riau (Unri), Rizky Nanda Kurnia Ilahi, menemui pemangku adat Desa Rantau Baru, Datuk Sati Diraja (Batin Sibokol-Bokol), Jumat malam (9/10/2026) di Pekanbaru.

Dalam pertemuan tersebut, Rizky yang didampingi oleh rekan sejawatnya, Citra Imanda, bermaksud menggali data mendalam terkait tradisi Menumbai—sebuah tradisi adat memanen madu lebah sialang secara tradisional khas masyarakat Melayu Riau.

Informasi dan data kebudayaan tersebut nantinya dijadikan bahan baku utama dalam penyusunan penelitiannya yang berjudul “Pengembangan e-LKM Etno-STEM berbasis Tradisi Menumbai untuk Meningkatkan Systems Thinking Skills dan Literasi Konservasi”. Penelitian ini dirancang untuk menghadirkan bahan ajar elektronik berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Di akhir pertemuan, Rizky menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Datuk Sati Diraja atas keterbukaan serta wawasan adat yang dibagikan. Menurutnya, penjelasannya sangat kaya dan krusial untuk melengkapi instrumen riset yang sedang ia kembangkan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Datuk Sati Diraja atas waktu, ilmu, dan pemaparan mendalam yang diberikan. Data ini sangat berharga bagi penyusunan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal yang sedang kami rancang,” ujar Rizky.

Sementara itu, pemangku adat Rantau Baru, Datuk Sati Diraja (H. Griven H. Putera), menyambut hangat inisiatif para akademisi muda tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepedulian generasi muda dalam mengangkat tradisi luhur masyarakat adat ke jenjang pendidikan tinggi.

“Kami sangat mendukung dan berterima kasih kepada dinda Rizky dan Citra. Langkah ini bukti nyata bahwa generasi muda mau peduli, menggali, dan menjaga kearifan lokal agar tidak punah ditelan zaman, sekaligus memanfaatkannya untuk kemajuan dunia pendidikan,” tutur H. Griven.

Melalui riset berbasis etno-STEM ini, diharapkan nilai-nilai pelestarian lingkungan yang terkandung dalam tradisi Menumbai tidak hanya dapat terdokumentasi dengan baik, tetapi juga mampu mengasah kemampuan berpikir kritis serta kesadaran konservasi para siswa di sekolah.

(Neuron)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments